Sunday, 3 June 2012

Aku (akan) Melanjutkan Membaca buku


Suatu malam yang tenang dengan  cuaca cerah di luar aku teringat ada buku yang sudah lama aku beli tapi tidak kunjung selesai dibaca. kukatakan pada hatiku, "ya, aku ingin membaca". Sepertinya malam ini cocok untuk melanjutkan membaca. Kemudian beranjak untuk mengambil buku. Belum sempat sampai di rak buku, tiba-tiba merasa ada yang kurang. Oh iya, belum makan. Kemudian, berpikir « mending makan dulu kali yak, biar nanti baca bukunya enak » sejurus kemudian mengambil piring, lalu makan. Beberapa menit setelahnya, « akhirnya kenyang juga » siap lanjutin pegang buku. Baru beranjak, eh lupa minum, kemudian minum dulu.
Nhah sudah siap melanjutkan membaca buku. Baru memilih posisi yang nyaman di kasur atau di kursi?, kemudian memutuskan untuk di kasur saja. Hmm, tapi hawanya dingin, baiklah ambil selimut, beranjak lagi. Kemudian teringat lagi, bahwa biasanya nanti ketemu kata-kata sulit atau ada kutipan yang menarik. Jadi perlu kertas dan bolpoin untuk mencatat. Yupz, berdiri ambil buku dan bolpoin. « nhah, sekarang sudah lengkap » huumm, tapi kemudian berpikir, keknya lebih enak kalau sambil dengerin musik nih. Ya, baca buku sambil dengerin musik. Segera mencari radio dan menyalakan dan kemudian mencari frekuensi yang cocok. Setelah ketemu, balik lagi pegang buku yang mau dibaca.
Sebaris, dua baris……….dan kemudian…
Baru beberapa baris, « lagunya ga asik nih » kemudian, beranjak sebentar dan memutar -mutar kenop, dan kemudian berpikir, untuk mencari siaran radio yang kira-kira tidak membosankan saja untuk didengarkan. « nhah sudah ketemu ».
Melanjutkan membaca buku,
Satu kalimat, dua kalimat…………..dan kemudian…
« Oahhmmm », ko ngantuk ya, dan berpikir lebih baik tidur aja dulu daripada dipaksakan.
Ya, lumayan, nambah beberapa kalimat...-_-
Dan cerita membaca buku menjadi bersambung lagi entah kapan….
Hening…

Saturday, 12 May 2012


This poem taken from Kompas daily newspaper, Sunday, 22 April 2012
Just wanna rewrite it here somehow,

Semacam Surat Cinta
 by Toni Lesmana

(1)
Ini semacam surat cinta
Lebih mirip kayuh di dingin air
Perahunya kau, pulau yang dituju juga kau

Kau yang kosong aku mengisinya
Kau yang penuh aku mereguknya

Siapa kau, siapa aku

(2)
Aku menyimpan jawaban
Kau pun begitu
Itu lebih baik sebab jawaban
Tak pernah sama

Kita berbeda dan sepakat
Itu tak bisa dibantah
Namun aku sering menjadi kau
Dan kau diam-diam adalah aku

Mana kau, mana aku

(3)
Aku pernah punya nama
Kau apalagi. Pada hujan
Nama-nama itu dihanyutkan
Seusai pertemuan

Segala yang tanggal lenyap
Segala yang tinggal lindap

Kau kuburku, aku kuburnmu
2012